PortalBangsa.id, Jakarta – 9 September 2025. Fenomena astronomi menakjubkan kembali terjadi pada 7-8 September 2025, dimana masyarakat Indonesia dapat menyaksikan Blood Moon atau gerhana bulan total yang membuat bulan tampak berwarna merah kejinggaan.
Apa Itu Blood Moon?
Blood Moon adalah istilah populer untuk gerhana bulan total, dimana bulan memasuki bayangan inti (umbra) bumi. Saat fenomena ini terjadi, bulan tidak menghilang dari pandangan, melainkan berubah warna menjadi merah tembaga atau jingga kemerahan.
Proses Terjadinya Blood Moon
Fenomena ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam posisi sejajar. Atmosfer bumi membiaskan cahaya matahari dan menyebarkan spektrum cahaya biru, sementara spektrum cahaya merah dibiaskan ke arah bulan. Proses inilah yang membuat bulan tampak berwarna merah selama gerhana berlangsung.
Blood Moon September 2025
Gerhana bulan total September 2025 dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia dengan jelas. Fase totalitas berlangsung selama 1 jam 42 menit, dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 22.11 WIB. Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman diamati dengan mata telanjang tanpa perlu alat bantu khusus.
Dalam berbagai budaya, blood moon sering dikaitkan dengan mitos dan legenda. Masyarakat Jawa tradisional menyebutnya sebagai “bulan dilalah oleh batara Kala”, sementara dalam budaya Tionghoa dianggap sebagai pertanda perubahan.
Fenomena Langka
Meskipun gerhana bulan total terjadi 2-3 kali dalam setahun, tidak semua blood moon dapat terlihat dari setiap tempat di bumi. Faktor cuaca dan polusi cahaya juga mempengaruhi kejelasan pengamatan.
Bagi yang melewatkan fenomena ini, gerhana bulan total berikutnya diprediksi akan terjadi pada:
– 3 Maret 2026: Terlihat dari Asia dan Australia
– 20-21 Desember 2026: Dapat diamati dari Indonesia
Tips Pengamatan
Untuk pengamatan optimal:
1. Cari lokasi dengan polusi cahaya minimal
2. Gunakan teleskop atau binokular untuk melihat detail permukaan bulan
3. Manfaatkan aplikasi astronomi untuk memprediksi waktu terbaik
Fenomena blood moon mengingatkan kita akan keindahan alam semesta dan pentingnya melestarikan langit malam dari polusi cahaya. Mari jadikan momen ini sebagai ajang edukasi astronomi bagi generasi muda. (*)
