Foto:ist
Portalbangsa, Kaltim – Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan komitmen kuat memerangi kemiskinan absolut melalui program Sekolah Rakyat. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi fondasi transformasi ekonomi keluarga.
Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, menyambut baik terobosan ini.
“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Program Sekolah Rakyat menunjukkan keseriusan Presiden dalam mewujudkan visi besar ini,” ungkap Cecep, Selasa (26/8).
Namun, Cecep mengingatkan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi lintas kementerian. Ia menyoroti pentingnya lapangan kerja bagi lulusan Sekolah Rakyat.
“Banyak lulusan terdidik yang menganggur karena minimnya peluang kerja. Kementerian Ketenagakerjaan harus menyiapkan solusi,” katanya.
Cecep juga menekankan perlunya kurikulum yang inklusif dan berbasis potensi lokal.
“Kurikulum harus sesuai dengan minat, bakat, dan karakteristik daerah, seperti perikanan untuk wilayah pesisir. Ini agar lulusan bisa berkontribusi di lingkungannya,” jelasnya.
Selain itu, ia menyarankan pendampingan bagi orang tua siswa agar kesejahteraan keluarga meningkat secara menyeluruh.
Hingga kini, 100 Sekolah Rakyat telah beroperasi, didukung 2.400 guru dan 4.400 tenaga pengajar.
Bulan depan, 65 sekolah tambahan akan dibuka, dengan target 200 sekolah pada 2026. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Prabowo untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
“Belum genap setahun, tapi langkah ini sudah menjanjikan. Dengan dukungan semua pihak, Sekolah Rakyat akan mengubah wajah pendidikan kita,” tutup Cecep. (*)
