Portalbangsa.id, healthy – Segelas teh manis di pagi hari, sekaleng soda saat makan siang, dan kue manis,kebiasaan sehari-hari ini bisa menumpuk asupan gula jauh melebihi batas aman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula tambahan maksimal 50 gram atau 12 sendok teh per hari, namun banyak orang mengonsumsi lebih dari itu tanpa menyadari risikonya.
Fakta dari Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa hampir 30% penduduk Indonesia mengonsumsi gula melebihi batas yang dianjurkan. Padahal, kebiasaan ini dapat menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan serius. Penelitian terbaru membuktikan bahwa konsumsi gula berlebihan tidak hanya menyebabkan diabetes, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan kerusakan gigi.
Yang sering luput dari perhatian adalah keberadaan gula tersembunyi dalam makanan sehari-hari. Produk seperti saus tomat, sereal sarapan, bahkan minuman yang diklaim “sehat” seperti jus kemasan ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah signifikan. Satu sendok makan saus tomat saja bisa mengandung 4 gram gula, sementara segelas jus kemasan tertentu dapat mencapai 24 gram gula – hampir setengah dari batas harian yang direkomendasikan.
Mengurangi asupan gula tidak harus dilakukan secara drastis. Mulailah dengan langkah-langkah sederhana seperti:
– Membiasakan diri membaca label nutrisi pada kemasan makanan
– Mengganti minuman manis dengan air putih atau infused water
– Memilih buah segar sebagai alternatif camilan sehat
– Mengurangi pemanis secara bertahap dalam minuman sehari-hari
Ahli gizi menekankan bahwa perubahan pola makan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. “Masyarakat perlu lebih waspada terhadap gula tersembunyi dan mulai membangun kesadaran akan pentingnya membatasi asupan gula,” jelas seorang pakar nutrisi.
Dengan memahami risiko dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin, kita dapat terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang mengintai di balik manisnya gula.(*)
