PortalBangsa.id, Samarinda – Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80, kelompok aktivis lingkungan XR Bunga Terung Kaltim menggelar aksi bentang spanduk di jembatan layang Samarinda, Minggu (17/8). Mereka membawa pesan besar: “Merdeka dari Krisis Iklim.”
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, XR Bunga Terung Kaltim menilai kebijakan transisi energi di Indonesia masih bersifat semu. Meski pemerintah telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca hingga 31,89 persen pada 2030, implementasinya dinilai tidak sesuai.
“Transisi energi yang dicanangkan saat ini justru masih bergantung pada energi kotor seperti PLTU. Sementara penggunaan energi terbarukan seperti PLTS tidak berjalan lancar dan bahkan menambah beban ekstraktivisme di Kalimantan Timur,” tulis pernyataan tersebut.
Berdasarkan data Auriga Nusantara, deforestasi Indonesia pada 2024 mencapai 261.575 hektare, dengan Kalimantan Timur menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan deforestasi terbesar. Hal ini dinilai semakin memperburuk dampak krisis iklim.
XR Bunga Terung Kaltim kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
1. Menghentikan solusi palsu transisi energi dalam berbagai forum internasional.
2. Segera beralih ke energi yang benar-benar berkeadilan.
3. Melakukan tindak lanjut terhadap lubang tambang yang masih menganga di Kalimantan Timur.
4. Menghentikan laju deforestasi dan alih fungsi lahan yang berlebihan.
“Indonesia tidak akan benar-benar merdeka selama rakyatnya masih dibebani dampak krisis iklim,” tegas XR Bunga Terung Kaltim. (*)
