PortalBangsa.id, PIDIE JAYA, ACEH – Komitmen membantu sesama ditunjukkan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. H. Rudy Mas’ud, dengan mengunjungi langsung lokasi terdampak banjir lumpur di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (2/1/2026). Kunjungan ini dilakukan tepat setelah penyerahan bantuan tahap awal di Bandara Sultan Iskandar Muda.
Di Kantor Bupati Pidie Jaya, Gubernur Rudy Mas’ud menyerahkan bantuan dana sebesar satu miliar rupiah secara simbolis kepada Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malaysi. Bantuan tersebut dialokasikan untuk membantu pemulihan dan kebutuhan mendesak korban bencana.
Menatap Wajah Duka Warga di Gampong Terdampak
Langkah kepedulian Gubernur tidak berhenti di ruang rapat. Bersama rombongan yang didampingi istri sekaligus Anggota DPR RI Hj. Sarifah Suraidah Harum, serta Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Gubernur menuju Gampong Meunasah Raya.
Di sana, pemandangan yang menyayat hati disaksikan langsung. Sekitar 80 persen rumah di gampong dengan 1.200 penduduk itu tertimbun material lumpur, dengan ketinggian yang bahkan mendekati atap rumah. Banyak rumah dinyatakan tidak layak huni lagi. Gubernur menyempatkan diri menyapa dan memberikan semangat kepada warga, termasuk anak-anak korban bencana.
Bantuan Komprehensif: Dari Dana hingga Air Bersih
Untuk mempercepat respons, bantuan yang diberikan bersifat multidimensi:
-
Bantuan Logistik: Beberapa truk berisi kebutuhan pokok disalurkan melalui sinergi dengan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
-
Bantuan Sarana Air Bersih: Sejumlah Rp 300 juta disalurkan melalui KNPI Kaltim khusus untuk membangun dan menyediakan akses air bersih, yang menjadi kebutuhan paling krusial pasca-bencana.
Bupati Sibral Malaysi dan Keuchik setempat, Abdul Halim Ishak, menyampaikan apresiasi tertinggi atas bantuan yang sangat berarti di tengah kesulitan ini. Gubernur Kaltim dalam kesempatan itu berharap masyarakat Aceh diberi ketabahan dan proses rehabilitasi dapat segera dimulai.
Sebelum meninggalkan Pidie Jaya, Gubernur dan rombongan melaksanakan salat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid Besar Baitul Amal, mengukuhkan kunjungan ini tidak hanya sebagai misi pemerintah, tetapi juga sebagai ungkapan kepedulian yang tulus dari saudara jauh dari Kalimantan.
