foto : Rusman Yaqub, Tenaga Ahli Gubernur Kaltim. (ist )
Portalbangsa.id, Samarinda – Program beasiswa Gratispol andalan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji sedang panas-panasnya disorot. Ada yang memuji terobosan ini. Tapi tak sedikit pula yang mengkritik karena kendala teknis di lapangan.
Rusman Yaqub, Tenaga Ahli Gubernur Kaltim, angkat bicara. Mantan anggota DPRD Kaltim ini menegaskan, esensi Gratispol jauh lebih penting daripada sekadar urusan administrasi.
Dia dengan tegas menyebut program ini tidak layak dihentikan. Yang dibutuhkan adalah penyempurnaan, bukan pembatalan.
“Yang kami amati di kalangan masyarakat adalah perdebatan teknis. Mari kita lihat esensinya. Tujuan utama Gratispol sangat bagus dan final. Semua publik menghendaki program ini,” kata Rusman.
Menurutnya, kritik soal persyaratan administrasi yang kaku dan batasan usia adalah hal wajar dalam kebijakan besar. Dia menjamin Gubernur sangat terbuka terhadap masukan.
“Tidak ada yang instan. Program ini akan terus berubah ke arah lebih baik. Kami siap menerima koreksi,” tegasnya.
Dari sisi anggaran, geraknya cepat. Kepala Biro Kesra Pemprov Kaltim, Dasmiah, merinci pencairan dana. Per 17 Maret 2026, tahap kedua telah mengucurkan Rp117,55 miliar untuk 27.548 mahasiswa di 51 perguruan tinggi.
Total keseluruhan dari dua tahap mencapai Rp220,65 miliar untuk 48.676 mahasiswa.
Target hingga akhir 2026, program ini bakal menjangkau 158.981 mahasiswa dengan anggaran Rp1,377 triliun.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan, anggaran jumbo ini bentuk nyata komitmen membangun SDM Kaltim.
“Pendidikan investasi masa depan. Kami ingin anak Kaltim kuliah tanpa kendala biaya,” pungkasnya. (*)
