Foto : Mantan anggota DPRD Kaltim, Zain Taufiq Nurrohman. (doc)
Portalbangsa.id, Samarinda – Tahun pertama kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji di Kaltim disambut antusiasme tinggi publik. Tapi sekarang, sejumlah program mulai dievaluasi.
Anggaran besar sudah disiapkan. Tapi kesempurnaan ternyata tidak datang instan.
Mantan anggota DPRD Kaltim, Zain Taufiq Nurrohman, menilai publik mungkin terlalu tinggi menaksir target pasangan ini. Termasuk program unggulan Gratispol.
“Program Pak Gubernur dan Wagub di tahun pertama ini terlalu ditaksir terlalu tinggi,” ujar Zain Taufiq.
Kompleksitas Gratispol Luar Biasa
Zain menyoroti program Gratispol. Menurutnya, skala program ini luar biasa besar. Pendataan ribuan mahasiswa. Koordinasi dengan puluhan perguruan tinggi di dalam dan luar Kaltim.
Belum lagi anggaran yang mengucur deras.
“Program sebesar ini tentu tidak mudah. Jika ada kekurangan di tahun pertama, itu hal yang wajar,” katanya.
Optimis ke Depan Lebih Matang
Meski kritis, Zain tidak pesimis. Dia justru yakin fase awal ini akan jadi pelajaran berharga. Pemerintah, kata dia, pasti akan belajar dari hambatan di lapangan.
“Kelak akan ada proses penyempurnaan yang lebih baik, terutama di tahun kedua dan seterusnya,” ujarnya optimistis.
Zain berharap publik tidak buru-buru mengambil kesimpulan. Menurutnya, yang paling penting adalah niat baik dan komitmen pemerintah untuk terus membenahi diri. (*)+
